Lompat ke isi utama

Berita

Ajak Akar Rumput Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Blitar Dorong Masyarakat Tolak Politik Uang dan Jaga Netralitas ASN

konsolidasi demokrasi

Konsolidasi Demokrasi tersebut dipimpin oleh Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Kabupaten Blitar, Jaka Wandira, dengan melibatkan sejumlah unsur masyarakat, yakni Aktris Javaloka, Pak Kep; Pemuda Lodoyo, Angga; serta Guru SMK Negeri Doko, Hendra.

blitar.bawaslu.go.id — Bawaslu Kabupaten Blitar terus memperkuat upaya pencegahan pelanggaran melalui Konsolidasi Demokrasi bersama unsur pemuda, pendidik, dan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2026) di Embung Gogoniti, Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, tersebut membahas pentingnya menolak politik uang serta menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya membangun demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Konsolidasi Demokrasi tersebut dipimpin oleh Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Kabupaten Blitar, Jaka Wandira, dengan melibatkan sejumlah unsur masyarakat, yakni Aktris Javaloka, Pak Kep; Pemuda Lodoyo, Angga; serta Guru SMK Negeri Doko, Hendra. Diskusi berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dengan mengedepankan dialog dan pertukaran pandangan mengenai tantangan demokrasi serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Dalam pembahasan mengenai politik uang, Bawaslu Kabupaten Blitar menekankan bahwa praktik tersebut tidak hanya berpotensi memengaruhi kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan, tetapi juga dapat mencederai integritas dan kualitas demokrasi. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk berani menolak serta tidak terlibat dalam praktik politik uang.

Bawaslu Kabupaten Blitar juga mendorong masyarakat agar tidak hanya ditempatkan sebagai pemilih, tetapi turut mengambil peran dalam pengawasan. Penguatan pengawasan partisipatif dinilai penting untuk membangun mekanisme pencegahan sejak dini, sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga proses demokrasi agar tetap berintegritas.

Selain politik uang, konsolidasi turut membahas netralitas ASN. ASN memiliki posisi strategis sebagai pelayan publik sehingga dituntut menjaga profesionalitas dan tidak menunjukkan keberpihakan terhadap kepentingan politik tertentu. Netralitas tersebut tidak hanya perlu dijaga dalam pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga dalam aktivitas di ruang publik maupun penggunaan media sosial.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Blitar menilai bahwa menjaga demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu. Kolaborasi antara Bawaslu, pemuda, pendidik, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya diperlukan untuk membangun kesadaran bersama sekaligus mencegah potensi pelanggaran.

Konsolidasi Demokrasi akan terus didorong sebagai bagian dari strategi pencegahan yang berkelanjutan. Bawaslu Kabupaten Blitar berharap ruang-ruang dialog semacam ini dapat memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan demokrasi yang jujur, adil, partisipatif, dan berintegritas, sekaligus meningkatkan keberanian masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan. Kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar serta ditutup pada pukul 12.00 WIB.*

Humas Bawaslu Kabupaten Blitar