Lompat ke isi utama

Berita

TATA-KRAMA Warnai Ngabuburit Pengawasan 2026, Bawaslu Kabupaten Blitar Kupas Tata Kelola Responsif dan Akuntabel

ngabuburit pengawasan

blitar.bawaslu.go.id — Mengisi sore Ramadan dengan diskusi berbobot, Bawaslu Kabupaten Blitar kembali menghadirkan program Ngabuburit Pengawasan 2026 pada Selasa (2/3/2026) pukul 17.30 WIB melalui kanal YouTube dan media sosial resmi Bawaslu Kabupaten Blitar. Kali ini, tema yang diangkat adalah TATA-KRAMA (Tata Kelola Kelembagaan Responsif & Akuntabel Masa Depan).

Program ini merupakan bagian dari tindak lanjut kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang digagas oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia dalam rangka penguatan spirit kelembagaan pengawas pemilu selama bulan Ramadan.

Pada seri kali ini, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO Diklat) Bawaslu Kabupaten Blitar, Narsulin, S.H., hadir sebagai narasumber utama. Ia akan mengulas pentingnya tata kelola kelembagaan yang responsif, profesional, dan akuntabel sebagai fondasi utama pengawasan pemilu yang berintegritas.

Dalam kerangka regulasi kepemiluan, penguatan tata kelola kelembagaan menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepastian hukum sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan kepemiluan. Lembaga pengawas tidak hanya bekerja pada tahapan pemilu, tetapi juga membangun sistem organisasi yang adaptif terhadap perubahan sosial, teknologi, dan dinamika demokrasi.

Narsulin menegaskan bahwa kelembagaan yang kuat menjadi prasyarat demokrasi yang sehat. “Pengawasan yang efektif tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada kapasitas sumber daya manusia, manajemen organisasi, dan budaya kerja yang berintegritas,” ujarnya.

Melalui program TATA-KRAMA, Bawaslu Kabupaten Blitar mendorong publik untuk memahami bahwa penguatan demokrasi dimulai dari lembaga yang profesional dan terpercaya. Format dialog santai namun substantif diharapkan mampu menjangkau generasi muda serta masyarakat luas agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut ambil bagian dalam pengawasan partisipatif.

Dengan semangat Ramadan, Ngabuburit Pengawasan menjadi ruang refleksi sekaligus edukasi publik bahwa demokrasi yang kuat lahir dari tata kelola kelembagaan yang transparan, responsif, dan akuntabel.*

Humas Bawaslu Kabupaten Blitar