Lompat ke isi utama

Berita

OPINI : Perjalanan Langit dan Amanah Bumi: Refleksi Bawaslu di 27 Rajab

isra mikraj

Oleh: Ridha Erviana (Staf Pranata Humas Bawaslu Kabupaten Blitar)

 

Kamis 16 Januari 2025, tanggal merah. Kalender Hijriah menunjukkan angka cantik: 27 Rajab 1447 H.
Umat Islam merayakannya sebagai Isra Mikraj. Sebuah perjalanan "kilat" Nabi Muhammad SAW. Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Lalu naik ke Sidratul Muntaha.
Perjalanan itu bukan sekadar pindah tempat. Itu perjalanan integritas. Perjalanan menerima mandat besar: Salat lima waktu.
Saya membayangkan para punggawa Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) hari ini. Mereka tentu ikut libur. Tapi pikirannya mungkin tidak benar-benar libur.
Kenapa?
Sebab amanah mereka juga "setinggi langit". Menjaga demokrasi di Indonesia tetap bermartabat.
Tahun 2024 baru saja lewat. Kita tahu betapa melelahkannya. Pemilu serentak. Pilkada serentak. Bawaslu RI mencatat ribuan laporan. Data menunjukkan ada lebih dari 2.264 laporan dan temuan sepanjang tahapan Pemilu 2024. Dari jumlah itu, ratusan terbukti sebagai pelanggaran administrasi, kode etik, hingga pidana.
Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Itu adalah ujian kejujuran.
Di sinilah relevansi Isra Mikraj bagi Bawaslu.
Peristiwa Isra Mikraj adalah pengingat akan pentingnya keimanan. Tapi iman saja tidak cukup dalam urusan publik. Harus ada kejujuran. Harus ada tanggung jawab.
Dalam jurnalisme, kita mengenal akurasi. Dalam pengawasan pemilu, akurasi adalah harga mati.
Bawaslu sedang berada di fase krusial. Pasca-Pilkada 2024, Januari 2025 ini adalah masa validasi. Masa di mana rekam jejak demokrasi sedang dirapikan. 
Mereka tidak boleh ceroboh. Sekali ceroboh, kepercayaan publik taruhannya.
Integritas itu seperti salat. Harus dikerjakan dengan benar. Tidak boleh ada yang kurang. Tidak boleh ada yang dilebih-lebihkan.
Jika Nabi Muhammad SAW membawa oleh-oleh salat untuk memperbaiki moral manusia, Bawaslu membawa tugas pengawasan untuk memperbaiki moral demokrasi.
Tujuannya satu: Keadilan.
Memang berat. Menjaga integritas di tengah tarikan kepentingan politik itu tidak mudah. Rasanya seperti menempuh perjalanan jauh di malam yang gelap.

Namun, hikmah Isra Mikraj mengajarkan kita satu hal: Sesudah kesulitan, ada kemudahan. Sesudah perjalanan yang melelahkan, ada kemuliaan bagi mereka yang memegang amanah dengan jujur.
Selamat Memperingati Isra Mikraj 1447 H.
Semoga langkah Bawaslu semakin kuat. Semakin berintegritas. Agar demokrasi kita bukan hanya ramai di kotak suara, tapi juga bermartabat di hati rakyat.
Begitulah.