Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Blitar Dorong Mahasiswa Jadi Pemilih Cerdas dan Kritis, Cegah Hoaks dalam Demokrasi

konsolidasi demokrasi

 Anggota Bawaslu Kabupaten Blitar Masrukin selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi pada Forum PBAK STIT Al Mushlihun Blitar, Sabtu (26/9/2026).

blitar.bawaslu.go.id – Penguatan literasi demokrasi menjadi salah satu fokus Bawaslu Kabupaten Blitar dalam membangun partisipasi masyarakat, khususnya di kalangan pemilih pemula. Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Blitar Masrukin selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi pada Forum PBAK STIT Al Mushlihun Blitar, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan Bawaslu Kabupaten Blitar melalui koordinasi dan komunikasi bersama mahasiswa baru. Dalam forum yang diikuti 50 orang tersebut, Masrukin mengajak mahasiswa memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai demokrasi sekaligus menyadari peran mereka sebagai bagian dari masyarakat dalam menjaga kualitas kehidupan demokrasi.

Salah satu materi yang dibahas adalah pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami pilihan politik, tetapi juga mampu mencermati informasi yang diterima sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Kemampuan memilah dan memverifikasi informasi menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi. Dalam kegiatan tersebut dibahas bahaya hoaks dan informasi yang tidak benar yang berpotensi memengaruhi pemahaman serta partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Mahasiswa juga didorong untuk menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya menjadi salah satu sikap yang perlu dibangun, terutama bagi pemilih pemula yang aktif berinteraksi di ruang digital.

Selain persoalan informasi, konsolidasi juga membahas pentingnya menjaga suasana demokrasi yang kondusif. Kejujuran, tanggung jawab, toleransi, serta penghormatan terhadap perbedaan pilihan menjadi nilai yang perlu dikedepankan dalam kehidupan demokrasi, termasuk di lingkungan kampus.

Melalui forum tersebut, Bawaslu Kabupaten Blitar mendorong mahasiswa STIT Al Mushlihun untuk mengambil peran dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Peran tersebut dapat diwujudkan dengan meningkatkan pemahaman sebagai pemilih, bersikap kritis terhadap informasi, serta turut menyebarluaskan informasi yang benar di lingkungan kampus maupun masyarakat.*

Humas Bawaslu Kabupaten Blitar