Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Blitar Ajak Mahasiswa UNU Perkuat Literasi Digital untuk Cegah Hoaks
|
blitar.bawaslu.go.id – Penyebaran hoaks menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kualitas demokrasi di tengah derasnya arus informasi digital. Generasi muda, khususnya mahasiswa, dinilai memiliki peran penting untuk ikut mencegah informasi palsu berkembang dan memengaruhi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Nur Ida Fitria, dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Senin (3/8/2026). Kegiatan diikuti 14 mahasiswa dan mengangkat tema “Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Berita Hoaks dalam Kehidupan Demokrasi.”
Dalam paparannya, Nur Ida mengajak mahasiswa untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum teruji kebenarannya.
“Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran informasi yang belum diketahui kebenarannya. Saring sebelum sharing dan pastikan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya,” pesan Nur Ida.
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Selain menjadi pengguna aktif media digital, mahasiswa juga dapat menjadi penggerak literasi di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Salah satu peserta, Saphira Bilqis, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, diskusi mengenai hoaks memberikan pemahaman bahwa persoalan informasi palsu tidak hanya berkaitan dengan penggunaan media sosial, tetapi juga dapat berdampak terhadap kehidupan demokrasi.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, kami jadi lebih memahami pentingnya mengecek kembali informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Apalagi sebagai mahasiswa, kami juga harus bisa membantu memberikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitar,” ujar Saphira.
Ia menilai mahasiswa perlu mengambil peran dalam menciptakan ruang digital yang lebih sehat dengan tidak mudah terpancing informasi provokatif serta membiasakan diri melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima.
Melalui Konsolidasi Demokrasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Blitar berharap tumbuh kesadaran di kalangan mahasiswa untuk menjadi bagian dari masyarakat yang kritis, cerdas bermedia, dan aktif menjaga kualitas demokrasi.*
Keterlibatan generasi muda dalam mencegah penyebaran hoaks menjadi salah satu bentuk pengawasan partisipatif. Dengan semakin banyak masyarakat yang mampu mengenali, menyaring, dan meluruskan informasi yang keliru, ruang demokrasi diharapkan tetap sehat, inklusif, dan berintegritas.*
Humas Bawaslu Kabupaten Blitar