Konsolidasi Demokrasi Masif, Bawaslu Jatim Catat 411 Kegiatan Libatkan Ribuan Warga
|
blitar.bawaslu.go.id — Upaya penguatan demokrasi di Jawa Timur terus digencarkan. Sepanjang Triwulan I (Januari–Maret), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) se-Jawa Timur mencatat ratusan kegiatan konsolidasi demokrasi yang melibatkan ribuan warga, sebagai bagian dari komitmen membangun kesadaran dan partisipasi publik dalam pengawasan pemilu.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 411 kegiatan konsolidasi demokrasi telah dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota di 38 daerah, dengan total partisipasi mencapai 3.693 warga. Kegiatan ini dilakukan secara masif baik melalui pertemuan tatap muka maupun dalam jaringan.
Koordinator Divisi Hukum dan Diklat Bawaslu Jawa Timur, Dewita Hayu Shinta, menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Bawaslu di daerah yang dinilai konsisten dan inovatif dalam menggelar kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi kinerja Bawaslu Kabupaten/Kota dalam melaksanakan konsolidasi demokrasi secara konsisten dan kreatif,” ungkap Dewita.
Menurutnya, konsolidasi demokrasi yang dilakukan ini bersifat non-budgeter, sehingga menuntut kreativitas dan inovasi dari masing-masing daerah.
“Konsolidasi demokrasi ini dilakukan dengan kreatif dan inovatif oleh kabupaten/kota tanpa berbasis anggaran. Sekali lagi kami mengapresiasi Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur,” tambah alumni Universitas Brawijaya tersebut.
Dewita juga menegaskan bahwa kegiatan literasi demokrasi memiliki tujuan penting dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai demokrasi.
“Kami berharap warga Jawa Timur dapat berpartisipasi secara aktif bersama Bawaslu untuk melakukan pencegahan dan pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan pemilu,” jelasnya.
Secara rinci, dari total 411 kegiatan, sebanyak 320 kegiatan dilaksanakan secara tatap muka, sementara 91 kegiatan lainnya dilakukan secara daring. Mayoritas kegiatan diinisiasi oleh Bawaslu Kabupaten/Kota sebanyak 355 kegiatan, sedangkan 56 kegiatan lainnya merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dari sisi narasumber, 322 kegiatan menghadirkan narasumber internal Bawaslu, sedangkan 89 kegiatan lainnya melibatkan narasumber eksternal, menunjukkan adanya keterbukaan dan sinergi lintas sektor dalam memperkuat pemahaman demokrasi di tengah masyarakat.
Adapun sebaran kegiatan menunjukkan intensitas yang cukup tinggi di sejumlah daerah. Kabupaten Bangkalan mencatat jumlah terbanyak dengan 126 kegiatan, disusul Kabupaten Blitar sebanyak 53 kegiatan, serta Kota Mojokerto dengan 37 kegiatan.
Konsolidasi demokrasi ini menjadi salah satu strategi Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif sekaligus membangun budaya demokrasi yang sehat di tengah masyarakat.*
Penulis : Ridha Erviana (Staf Pranata Humas Bawaslu Kabupaten Blitar)