CPNS dan PPPK Bawaslu Kabupaten Blitar Ikuti Pembekalan Pra Latsar dan Orientasi: Bekal Awal Menjadi Aparatur Pengawas Pemilu Profesional
|
blitar.bawaslu.go.id – Menjadi bagian dari jajaran pengawas pemilu tak hanya soal mengawal proses demokrasi, tetapi juga memastikan para aparatur siap secara kompetensi dan integritas.
Hal inilah yang dilakukan jajaran CPNS dan PPPK Bawaslu Kabupaten Blitar yang pada Selasa (12/8/2025) mengikuti pembekalan menjelang Latihan Dasar (Latsar) CPNS dan Orientasi PPPK.
Kegiatan yang digelar Bawaslu Jawa Timur secara hybrid dari Kantor Bawaslu Jatim ini menghadirkan narasumber dari Bawaslu RI, Hanif Vidi.
Ia menegaskan bahwa Latsar dan orientasi merupakan tahapan wajib bagi seluruh CPNS dan PPPK sebelum menjalankan tugas secara penuh.
“Tanpa mengikuti Latsar, CPNS belum resmi menjadi PNS, tetap ada ‘C’-nya. Begitu juga PPPK, wajib orientasi karena hasilnya akan menentukan keberlanjutan kontrak kerja,” jelas Hanif.
Hanif memaparkan, Latsar CPNS Bawaslu RI dijadwalkan mulai 14 Agustus 2025, sementara Orientasi PPPK akan dimulai pada akhir September atau awal Oktober 2025. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seluruh proses kali ini akan dilakukan secara daring.
Tercatat, sebanyak 1.880 CPNS Bawaslu dari seluruh Indonesia akan mengikuti Latsar yang terbagi dalam tujuh gelombang dan 43 kelas, masing-masing diisi 42–44 peserta, dengan durasi setiap gelombang selama 61 hari.
Sementara itu, 4.360 PPPK Bawaslu akan mengikuti Orientasi secara bertahap pada akhir triwulan ketiga tahun ini.
Hanif berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman peserta terhadap tugas dan tanggung jawab di lingkungan Bawaslu.
“Harapannya, CPNS dan PPPK bisa memahami peran strategis mereka dalam mendukung tugas pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” pungkasnya.
Dengan pembekalan ini, Bawaslu Kabupaten Blitar semakin siap mencetak aparatur pengawas pemilu yang profesional, berkompeten, dan siap mengawal setiap tahapan demokrasi demi terwujudnya pemilu yang berkualitas.*
Humas Bawaslu Kabupaten Blitar