Bawaslu Jatim Dorong Budaya “Lapor Berani” untuk Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Kerja
|
blitar.bawaslu.go.id – Bawaslu Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Upaya tersebut diwujudkan melalui diskusi daring bertajuk “Kampanye Lapor Berani; Hapus Stigma, Pokja PPKS Melindungi” yang diikuti jajaran komisioner dan sekretariat Bawaslu se-Jawa Timur pada Kamis (21/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Jawa Timur, Eka Rahmawati, menekankan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat maupun institusi terhadap korban kekerasan seksual. Menurutnya, korban tidak boleh lagi menjadi pihak yang dipersalahkan atas peristiwa yang dialaminya.
"Tanggung jawab kekerasan seksual sepenuhnya berada pada pelaku. Kita harus menghentikan stigma yang menyalahkan korban karena pakaian, penampilan, atau perilakunya. Yang perlu dibangun adalah keberanian untuk melapor dan lingkungan yang mendukung korban," tegas Eka.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kasus kekerasan seksual terjadi dalam situasi relasi kuasa yang tidak seimbang. Pelaku biasanya memanfaatkan posisi dominan dan kerentanan korban untuk melakukan tindakan yang melanggar martabat manusia.
Melalui kampanye “Lapor Berani, Hapus Stigma”, Bawaslu Jatim berupaya membangun budaya kerja yang lebih inklusif, aman, dan responsif terhadap laporan kekerasan seksual. Salah satu fokus utama adalah menyediakan ruang aman bagi korban untuk menyampaikan pengalaman yang dialami tanpa rasa takut maupun tekanan.
Eka juga mengingatkan bahwa korban kekerasan seksual dapat berasal dari berbagai latar belakang, baik perempuan maupun laki-laki. Karena itu, dukungan dan perlindungan harus diberikan secara setara tanpa diskriminasi.
Selain mendorong keberanian melapor, Bawaslu Jatim juga menyiapkan berbagai instrumen kelembagaan berupa prosedur penanganan, sistem perlindungan pelapor, serta mekanisme yang menjamin kerahasiaan identitas korban.
"Kami ingin memastikan setiap laporan ditangani secara aman, adil, dan bebas dari tindakan balasan atau retaliasi. Lingkungan kerja yang sehat hanya bisa terwujud jika seluruh elemen lembaga memiliki komitmen yang sama untuk menghormati martabat manusia," ujar Eka.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Jatim berharap seluruh jajaran pengawas pemilu dapat menjadi pelopor dalam menciptakan ruang kerja yang bebas dari kekerasan seksual sekaligus menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan kemanusiaan.*
Sumber : Bawaslu Jatim