Lompat ke isi utama

Berita

Temukan Usia Tak Wajar, Bawaslu Blitar Layangkan Sarper DPSHP ke KPU

  blitar.bawaslu.go.id – Bawaslu Kabupaten Blitar melayangkan dua saran perbaikan (sarper) kepada KPU Kabupaten Blitar untuk Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPS HP) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tahun 2020. Sarper diberikan karena dari hasil pengawasan, pencermatan, dan analisis Bawaslu terhadap DPS HP, ditemukan pemilih dengan usia tidak wajar di atas lima ratus tahun dan beberapa temuan lainnya. Diungkapkan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Blitar Priya Hari Santosa, pada sarper pertama yang dilayangkan ke KPU, Bawaslu menemukan dugaan pemilih dengan usia di atas 500 tahun ini total ada 17. Usia 100-500 tahun ada 186 pemilih, usia kurang dari 17 tahun ada 47 pemilih, data anomali atau rusak berdasarkan kode nomor kartu keluarga (NKK) ada 438, tanggal lahir 000 ada 81 pemlih. “Temuan ini berdasarkan hasil pengawasan, pencermatan, dan analisis yang kami lakukan terhadap DPS HP," kata Priya selaku Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga. Terhadap temuan tersebut, Bawaslu Kabupaten Blitar telah mengirimkan surat perihal Saran Perbaikan agar ditindaklanjuti oleh jajaran KPU Kabupaten Blitar, pada 5 Oktober 2020. “Jadi ada dua saran perbaikan kami kirimkan. Karena dari hasil pencermatan kami temukan lagi data tidak wajar,” kata Priya. Pada saran perbaikan kedua pada 11 Oktober 2020, ungkap Priya, ditemukan data ganda sebanyak 10.208 pemilih, 5 pemilih pindah domisili, 5 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) karena meninggal, 82 pemilih dengan format tanggal lahir yang salah, dan 1 dengan kesalahan detail NKK/Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Saran perbaikan sudah kami berikan dan KPU kami harap sudah menindaklanjuti sebelum dilakukan Rapat Pelno Rekapitulasi DPSHP pada Kamis, 15 Oktober 2020,” lanjut Priya. (humas)  
Tag
Berita