Sinergi Kemanusiaan di Ujung Jarum: Saat Pengawas Pemilu Menabur Bakti
|
Jumat pagi (6/2/2026), suasana di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Blitar yang terletak di Jalan Ahmad Yani Nomor 9 tampak sedikit padat, karena ada beberapa orang berkaus hijau, bertuliskan "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersawa Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu" bergerombol mengisi formulir.
Jika biasanya jajaran Bawaslu ini disibukkan aroma kertas dan diskusi serius tentang regulasi pemilu menyelimuti hari-hari mereka, kali ini jajaran Bawaslu Kabupaten Blitar hadir dengan misi yang lebih personal dan menyentuh sisi kemanusiaan: mendonorkan darah untuk sesama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Jumat Sehati (Jumat Menjaga Tubuh, Sehat Hati, Kuat Iman) dan Jumpa Berlian (Jujur, Menanam, Pelihara, Amankan, Bersih, Lingkungan dan Alam Nyata). Di bawah langit Kota Blitar yang cerah, rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Nur Ida Fitria, datang bukan untuk mengawasi kotak suara, melainkan untuk memastikan stok kantong darah bagi masyarakat tetap terjaga.
Antara Gugup dan Panggilan Hati
Di salah satu sudut ruang tunggu, Faiq, seorang staf CPNS, tampak beberapa kali menarik napas panjang. Baginya, hari itu adalah tonggak sejarah pribadi; pengalaman pertama kalinya berhadapan dengan jarum donor darah. Ada gurat kecemasan yang tak bisa disembunyikan, sebuah perasaan manusiawi yang juga dirasakan oleh Yuni, tenaga alih daya di sekretariat Bawaslu.
"Sempat gugup dan khawatir tidak lolos seleksi pendonor," aku Faiq. Namun, dorongan untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat Blitar mengalahkan rasa takutnya. Setelah melalui pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin, senyum lega terpancar saat petugas menyatakan dirinya layak mendonor.
Kisah serupa datang dari staf lain yang meski sedang dalam kondisi kurang fit akibat flu, tetap hadir memberikan dukungan moral. Semangat kolektif ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu tentang apa yang bisa diberikan secara fisik, tetapi juga tentang kehadiran dan solidaritas.
Komitmen Kepemimpinan dan Apresiasi PMI
Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Nur Ida Fitria—yang dikenal sebagai sosok pendidik dan alumnus Pondok Pesantren Tebuireng—memimpin aksi ini bersama Anggota Bawaslu Jaka Wandira dan Kepala Sekretariat Heru Setyawan. Kehadiran seluruh lini organisasi, mulai dari pimpinan hingga tenaga alih daya, menegaskan bahwa kesehatan SDM dan kepedulian sosial adalah fondasi utama integritas lembaga.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Wakil Ketua PMI Kabupaten Blitar, Bambang Wahyu. Dalam sambutannya, ia menekankan betapa pentingnya konsistensi lembaga negara dalam mendukung ketersediaan darah.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kegiatan donor darah ini. Semoga membawa keberkahan dan kesehatan, baik bagi pendonor maupun penerima manfaat," ungkap Bambang.
Berdasarkan data operasional PMI di wilayah Blitar, kebutuhan darah harian rata-rata mencapai puluhan kantong untuk melayani berbagai rumah sakit. Kontribusi dari instansi seperti Bawaslu menjadi sangat krusial, terutama dalam menjaga stabilitas stok darah di luar masa-masa darurat.
Menanam Budaya, Menuai Kesehatan
Program Jumat Sehati–Jumpa Berlian bukan sekadar agenda seremonial. Bagi Bawaslu Kabupaten Blitar, ini adalah upaya terintegrasi untuk membangun kapasitas SDM yang sehat secara jasmani dan rohani.
Dengan rutin menggelar kegiatan yang menyentuh alam dan kemanusiaan, Bawaslu ingin menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya profesional dalam tugas pengawasan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Donor darah kali ini menjadi bukti nyata bahwa di balik ketegasan mengawal demokrasi, terdapat hati yang hangat untuk membantu sesama.
Melalui tetesan darah yang disumbangkan, Bawaslu Kabupaten Blitar berharap budaya solidaritas ini terus mengakar, memberikan manfaat yang melampaui batas-batas kantor, dan menyentuh langsung denyut nadi kehidupan masyarakat Blitar.*
Humas Bawaslu Kabupaten Blitar