Lompat ke isi utama

Berita

Satu Data, Satu Suara: Bawaslu Blitar Dorong Kualitas Data Pemilih Lewat Podcast KPU

podcast

Anggota Bawaslu Kabupaten Blitar Jaka Wandira, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, dalam Podcast KPU Kabupaten Blitar, Rabu (7/1/2026).

blitar.bawaslu.go.id — Bawaslu Kabupaten Blitar terus menguatkan peran pengawasan dan edukasi publik kepemiluan melalui ruang dialog demokrasi. 

Hal tersebut tercermin dari kehadiran Anggota Bawaslu Kabupaten Blitar Jaka Wandira, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, dalam Podcast KPU Kabupaten Blitar, Rabu (7/1/2026).

Podcast yang digelar di Kantor KPU Kabupaten Blitar ini mengangkat tema “Satu Data, Satu Suara: Di Balik Layar Pemutakhiran Data Pemilih” dan merupakan bagian dari program PERSEPSI (Perbincangan Seputar Demokrasi). Diskusi dipandu oleh host Iqbal Fatturohman dan membahas isu-isu strategis seputar kepemiluan dan demokrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Jaka Wandira menekankan pentingnya integrasi data antarpenyelenggara pemilu dalam mewujudkan data pemilih yang akurat dan berkualitas. 

Menurutnya, prinsip satu orang, satu suara, satu data kependudukan hanya dapat terwujud apabila data pemilih terintegrasi dengan data kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Integrasi data ini menjadi kunci utama peningkatan kualitas data pemilih. Ketika data pemilih selaras dengan data kependudukan, maka potensi kesalahan dapat diminimalkan,” jelas Jaka.

Lebih lanjut, Jaka juga memaparkan peran Bawaslu dalam pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, yang dilakukan di luar tahapan pemilu dan pemilihan. 

Pengawasan ini bertujuan memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat tetap terlindungi hak pilihnya dan tercatat dalam sistem kepemiluan.

Selain itu, disampaikan pula bahwa saat ini Bawaslu Kabupaten Blitar tengah melakukan pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL). 

Pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan pelanggaran serta penguatan tata kelola kepemiluan yang akuntabel.

Di akhir podcast, Jaka Wandira mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap akses politik dan kualitas demokrasi. 

Ia menegaskan bahwa kebijakan negara memiliki dampak langsung terhadap kehidupan warga negara, sehingga partisipasi politik tidak boleh hanya sebatas melihat cara kampanye, tetapi juga memahami visi, misi, dan janji politik para aktor politik.

“Buta yang paling menyedihkan adalah buta politik,” tegas Jaka, seraya mendorong masyarakat agar terus melek politik sebagai bagian dari tanggung jawab warga negara dalam demokrasi.

Melalui ruang dialog seperti podcast ini, Bawaslu Kabupaten Blitar berharap dapat memperluas edukasi kepemiluan dan memperkuat kesadaran publik akan pentingnya pengawasan pemilu dan pemilihan yang partisipatif, inklusif, dan berintegritas.*

Penulis : Ridha Erviana (Staf Pranata Humas Bawaslu Kabupaten Blitar)