You are here
Home > Berita > Pilkada di Tengah Pandemi, Dewi Minta Penyelenggara Pemilu Harus Siap dalam Segala Kondisi

Pilkada di Tengah Pandemi, Dewi Minta Penyelenggara Pemilu Harus Siap dalam Segala Kondisi

Pilkada di Tengah Pandemi, Dewi Minta Penyelenggara Pemilu Harus Siap dalam Segala Kondisi

Ditulis oleh Andrian Habibi pada Rabu, 13 Mei 2020 Р16:10 WIB

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo meminta penyelenggara pemilu harus siap dan optimis dengan segala situasi dalam melaksanakan Pilkada 2020 yang berkeadilan. Dia pun menjelaskan lima kualitas Pilkada 2020 yang harus dijaga oleh pengawas pemilu lantaran pelaksanaannya dalam pandemi virus covid-19.

Dewi menyebutkan optimisme pengawas pemilihan diharapkan bisa memenuhi lima faktor pemilihan yang demokratis. Pertama, peraturan atau dasar hukum yang dugunakan saat ini. Aturan saat pandemi Covid-19 tidak sama dengan kondisi normal. Bagi Dewi, dasar hukum yang jelas adalah faktor utama pemilihan berualitas.

“Harus jelas, dasar pemilihan sekarang kan Perppu No. 02 Tahun 2020. Maka harus ada penyesuaian aturan teknisnya,” ungkapnya dalam diskusi daring Bawaslu Provinsi Bengkulu dengan tema ‘Optimisme dan Pesimisme Suksesi Pemilihan 2020’, Rabu (13/5/2020).

Faktor kedua pilkada berkualitas, lanjut Dewi, ialah penegakan hukum. Setelah ada aturan yang jelas, maka harus ditegakkan. Faktor ketiga adalah kepatuhan hukum. Menurutnya, masyarakat dan peserta bukan hanya patuh terhadap hukum pilkada. Tetapi juga harus mematuhi aturan yang berlaku selama pandemi Covid-19. Lalu, faktor anggaran yang mendukung pemilihan juga menjamin kualitas pemilihan.

Anggota Bawaslu asal Palu ini menegaskan faktor kelima pemilihan berkualitas, persepsi masyarakat. Dewi menerangkan, cara pandang masyarakat saat pandemi Covid-19 sangat berpengaruh dari empat faktor sebelumnya. Pemilih yang sedang mengikuti arahan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) perlu diperhatikan.

“Respon masyarakat, pemilih terhadap proses pemilihan juga mempengaruhi kualitas pemilihan,” terangnya.

Selain itu, Dewi menambahkan. Bawaslu telah menjalankan kerja-kerja yang disesuaikan dengan kondisi Covid-19. Dia mencontohkan program Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) secara daring. Kemudian, program dilanjutkan program Tadarus Pengawasan Pemilu dan lain-lain. Penyesesuaian pengawasan dan penanganan pelanggaran sehingga kualitas tetap terjaga.

 

About Post Author

Admin
Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu
slot deposit dana
Top