Bawaslu Kabupaten Blitar Hadiri FGD Kurikulum OBE di UNISBA, Langkah Nyata Bawaslu Berkolaborasi
|
blitar.bawaslu.go.id – Anggota Bawaslu Kabupaten Blitar, Jaka Wandira, menghadiri undangan Focus Group Discussion (FGD) mengenai penyusunan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di Universitas Islam Blitar (UNISBA) pada Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan kurikulum yang lebih inovatif, adaptif, dan memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan dunia kerja bagi mahasiswa.
Jaka Wandira, yang menjabat sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Blitar, hadir untuk memberikan masukan strategis dari perspektif lembaga penyelenggara pemilu. Kehadirannya menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan praktisi dalam membentuk kompetensi lulusan yang siap terjun ke masyarakat.
Kegiatan FGD ini tidak hanya melibatkan internal universitas, tetapi juga menghadirkan segenap stakeholder terkait.
Selain Bawaslu, turut hadir perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blitar Raya. Keterlibatan penyelenggara pemilu ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kurikulum, terutama untuk memperkuat literasi demokrasi dan partisipasi masyarakat di tingkat perguruan tinggi.
Dalam diskusi tersebut, Jaka Wandira menyampaikan bahwa kurikulum berbasis luaran (outcome) harus mampu membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis kritis dan etika profesional.
"Masukan dari lembaga seperti Bawaslu diharapkan dapat memberi warna pada kurikulum yang tidak hanya fokus pada teori akademik, tetapi juga pada aspek pencegahan dan partisipasi aktif dalam kehidupan bernegara," ungkapnya di sela-sela acara.
Penerapan kurikulum OBE di UNISBA merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap lulusan memiliki capaian pembelajaran yang terukur. Berbeda dengan kurikulum konvensional, OBE menitikberatkan pada apa yang mampu dilakukan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan masa studinya.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam FGD ini antara lain Inovasi Pembelajaran, Mengintegrasikan teknologi dan metode belajar yang partisipatif. Adaptabilitas, Menyesuaikan materi ajar dengan dinamika regulasi dan perkembangan industri. Relevansi Kerja, Memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan standar profesi di berbagai sektor, termasuk sektor publik dan pemerintahan.
Pihak UNISBA menyatakan bahwa masukan dari para pemangku kepentingan, termasuk Bawaslu dan KPU, akan menjadi landasan dalam merekonstruksi mata kuliah yang lebih aplikatif.
Dengan adanya kolaborasi ini, universitas berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan sosial yang tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UNISBA ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif antara dunia pendidikan dan instansi vertikal guna mendukung pembangunan kualitas SDM di Blitar Raya.*
Humas Bawaslu Kabupaten Blitar