Herwyn: Pengukuran IKU Harus Berorientasi pada Dampak bagi Masyarakat
|
blitar.bawaslu.go.id – Bawaslu mulai memperkuat pengukuran kinerja pengawas pemilu dengan menempatkan hasil dan dampak bagi masyarakat sebagai bagian penting dari capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026. Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan kinerja tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Bawaslu RI Herwyn J.H. Malonda menegaskan, IKU harus menjadi tolok ukur pencapaian sasaran strategis sekaligus instrumen untuk memperbaiki kinerja organisasi. Karena itu, penerapannya tidak semestinya berhenti pada pemenuhan administrasi.
“Setiap kegiatan telah dibiayai oleh negara. Karena itu, setiap rupiah yang dikeluarkan harus disertai output yang jelas dan berdampak,” ujar Herwyn saat membuka Forum Diskusi Evaluasi Implementasi IKU 2026 dan Integrasi E-Monev CERMAT di Bali, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Herwyn, capaian kinerja Bawaslu perlu memperlihatkan manfaat nyata dari pelaksanaan tugas pengawasan pemilu. Capaian tersebut juga perlu diukur dan dipertanggungjawabkan secara jelas, termasuk melalui publikasi kinerja kepada masyarakat.
Pengukuran dan evaluasi capaian IKU dilakukan melalui E-Monev CERMAT, sistem informasi yang dikembangkan Bawaslu RI untuk mengintegrasikan pencatatan kinerja pengawas pemilu. Sistem tersebut digunakan untuk melihat capaian yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki.
Evaluasi implementasi IKU 2026 untuk pertama kalinya dilakukan di Bali. Hasil evaluasi tersebut akan digunakan sebagai bahan perbaikan penerapan IKU sekaligus menjadi persiapan penyusunan IKU 2027 yang direncanakan pada akhir tahun.
Herwyn menekankan bahwa evaluasi kinerja harus berujung pada perbaikan. “Kalau masih ada kinerja yang kurang baik, kita perbaiki. Kalau sudah baik, kita tingkatkan. Kinerja kita bukan hanya untuk lembaga, tetapi juga untuk demokrasi dan kepentingan masyarakat luas,” katanya.
Forum evaluasi tersebut diikuti Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Bali serta Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali. Kegiatan menghadirkan Jojo Rohi, Arif Nur Alam, Rafih Sri Wulandari, Irene Tangkawarow, dan Jefri Adriansyah sebagai narasumber.
Melalui evaluasi IKU dan integrasi E-Monev CERMAT, Bawaslu mendorong agar pengukuran kinerja semakin terarah pada capaian yang terukur, dapat dipertanggungjawabkan, serta memiliki manfaat bagi pelaksanaan tugas pengawasan dan masyarakat.*
Sumber : https://www.bawaslu.go.id/id/berita/ukur-kinerja-lewat-iku-herwyn-harus-ada-dampak-bagi-masyarakat
Humas Bawaslu Kabupaten Blitar